Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

* ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet. Copyright pada pengarang.

Keutamaan Ilmu

Oleh : Guslaeni Hafid

Sepuluh orang Khawarij datang mengunjungi tempat Saidina Ali bin Abi Thalib. Mereka bermaksud menguji sejauh mana kedalaman ilmu yang dikuasai oleh Ali bin Abi Thalib. Mereka penasaran karena Rasulullah dalam sabdanya pernah menggambarkan bahwa bila beliau adalah kota ilmu, maka Ali adalah pintunya.

“Hai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu atau harta benda, dan terangkan sebab-sebabnya?” ujar salah seorang dari mereka. Di antara 10 jawaban sayyidina Ali adalah, ”Pengetahuan dan ilmu adalah warisan para nabi. Sedangkan harta kekayaan adalah warisan Fir’aun, Qorun, Syadad, dan sejenisnya. Maka, ilmu lebih mulia daripada harta.”

Lalu Ali menguraikan penjelasannya: ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena yang memelihara ilmu adalah empunya. Sedangkan harta, empunya harus menjaga. Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang banyak hartanya lebih banyak musuhnya. Saidina Ali menjelaskan, ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu bila disebarkan akan bertambah. Tetapi, harta benda jika disebarkan atau dibagikan akan berkurang.

Ilmu juga lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu tidak dapat dicuri, sedangkan harta benda dapat dicuri dan dapat hilang. Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak dapat binasa dan tidak dapat habis selamanya, sedangkan harta benda bisa habis atau bisa lenyap karena masa atau usia. Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu memberi sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa. Sedangkan harta benda pada umumnya menggelapkan jiwa dan hati.

Ilmu lebih mulia dari harta benda, karena orang yang berilmu lebih mendorong untuk mencintai Allah, merendahkan diri, bersifat berprikemanusiaan. Sedangkan harta benda membangkitkan orang pada sifat-sifat sombong, congkak, takabur, dan angkuh.

”Ali memang orang pandai. Ia pantas dikatakan sebagai pintu gerbangnya ilmu. Sedangkan Nabi Muhammad SAW sebagai kotanya ilmu,” ujar orang-orang Khawarij setelah puas dengan jawaban yang diberikan Ali.

Hello world!

Welcome to Zizou’s Weblog. Silakan berikan komentarmu disini:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.